MANDIRI CRANE

CV Mandiri Crane menyediakan jasa rental crane murah & terbaik di Indonesia. Sewa mobil crane, truck crane, Crawler Crane, Tower Crane dengan unit lengkap, operator berpengalaman, serta harga terjangkau.

10 Kesalahan Umum Saat Menyewa Crane

10 Kesalahan Umum Saat Menyewa Crane

Menyewa crane terlihat sederhana. Pilih kapasitas, tentukan tanggal, lalu crane datang ke lokasi. Namun kenyataannya, proses sewa crane adalah bagian penting dari perencanaan proyek yang sangat memengaruhi biaya, durasi pekerjaan, dan keselamatan kerja.

Banyak proyek mengalami keterlambatan, biaya membengkak, bahkan risiko kecelakaan hanya karena beberapa kesalahan umum yang sebenarnya bisa dihindari sejak awal. Artikel ini akan membahas kesalahan-kesalahan yang paling sering terjadi saat menyewa crane, sekaligus memberikan tips agar Anda bisa menyewa crane dengan lebih aman dan efisien.

1. Memilih Kapasitas Crane Terlalu Kecil

Kesalahan paling umum adalah memilih crane dengan kapasitas yang terlalu kecil. Banyak orang hanya melihat angka “tonase” tanpa memperhitungkan faktor lain seperti radius kerja dan panjang boom.

Contohnya:

  • Beban 20 ton
  • Namun radius kerja 12–15 meter
  • Maka crane 25 ton bisa jadi tidak cukup aman

Akibatnya:

  • pekerjaan tertunda
  • crane harus diganti unit yang lebih besar
  • biaya mobilisasi ulang meningkat
  • risiko kecelakaan meningkat

Solusi terbaik adalah memilih crane dengan kapasitas yang masih memiliki margin aman, bukan yang “pas-pasan”.

Baca juga: Cara Menghitung Kebutuhan Kapasitas Crane untuk Proyek Anda

2. Tidak Menghitung Radius Kerja dengan Benar

Dalam dunia crane, radius kerja sering lebih menentukan dibanding berat beban itu sendiri. Semakin jauh jarak pengangkatan, kapasitas efektif crane akan menurun.

Kesalahan ini sering terjadi saat:

  • lokasi crane tidak bisa dekat ke objek
  • ada pagar, parit, atau bangunan penghalang
  • area proyek sempit

Jika radius tidak dihitung sejak awal, crane yang disewa bisa gagal melakukan lifting.

Baca juga: Cara Mengukur Radius Kerja Crane

3. Mengabaikan Kondisi Tanah dan Lokasi Setup

Crane membutuhkan permukaan yang stabil. Tanah yang terlalu lembek, miring, atau tidak rata dapat membuat crane:

  • tidak stabil
  • outrigger tidak optimal
  • berisiko tergelincir atau amblas

Kesalahan ini sering terjadi di:

  • proyek lahan kosong
  • area sawah atau tanah urugan
  • lokasi industri dengan tanah campuran

Solusi: lakukan site survey dan pastikan vendor crane mengecek kondisi tanah sebelum unit datang.

4. Tidak Melakukan Site Survey Sebelum Hari H

Banyak proyek ingin cepat, sehingga langsung memesan crane tanpa survey. Padahal survey sangat penting untuk memastikan:

  • akses mobilisasi crane
  • lebar jalan masuk
  • ketinggian portal atau kabel listrik
  • area setup outrigger
  • jarak aman dari bangunan sekitar

Tanpa survey, risiko terbesar adalah crane sudah datang, tetapi tidak bisa masuk lokasi atau tidak bisa setup. Akhirnya proyek rugi waktu dan biaya.

Baca juga: Pentingnya Site Survey Sebelum Pemesanan Crane

5. Tidak Menyiapkan Akses Mobilisasi yang Aman

Crane, terutama kapasitas besar, membutuhkan akses jalan yang memadai. Kesalahan umum adalah tidak mengecek:

  • jalan sempit atau tikungan tajam
  • jalan rusak atau tidak kuat
  • jembatan kecil yang dilewati
  • kondisi jalan saat hujan

Jika crane tidak bisa masuk, maka:

  • jadwal pekerjaan berantakan
  • biaya mobilisasi bertambah
  • proyek bisa tertunda 1–3 hari hanya karena akses

6. Menganggap Semua Vendor Crane Sama

Kesalahan besar berikutnya adalah memilih vendor hanya berdasarkan harga termurah. Padahal vendor profesional biasanya memiliki:

  • unit crane yang terawat
  • operator bersertifikat
  • tim rigger berpengalaman
  • standar keselamatan kerja
  • sistem kerja yang jelas

Vendor yang tidak profesional berisiko:

  • unit sering bermasalah
  • keterlambatan datang
  • operator kurang berpengalaman
  • biaya tambahan tidak jelas

Dalam pekerjaan lifting, kualitas vendor jauh lebih penting dibanding selisih harga kecil.

Pusat Sewa Crane & Rental Mobil Crane Terbaik di Indonesia

7. Tidak Menanyakan Biaya Tambahan Sejak Awal

Banyak orang hanya fokus pada biaya sewa harian, lalu kaget saat invoice keluar karena ada tambahan seperti:

  • mobilisasi & demobilisasi
  • overtime (lembur)
  • biaya rigger tambahan
  • biaya matting atau plat besi
  • biaya waiting time jika pekerjaan molor
  • biaya standby jika lokasi belum siap

Solusi: minta penawaran yang rinci sejak awal dan pastikan semua biaya dijelaskan transparan.

8. Tidak Menyiapkan Beban dan Titik Angkat dengan Baik

Crane bisa mengangkat, tetapi beban harus disiapkan dengan benar. Kesalahan umum yang sering terjadi di lapangan:

  • beban belum siap saat crane datang
  • titik angkat tidak jelas
  • sling tidak sesuai kapasitas
  • beban tidak seimbang
  • beban masih terikat atau terkunci

Akibatnya:

  • crane idle (biaya tetap berjalan)
  • pekerjaan menjadi lebih lama
  • risiko lifting meningkat

9. Mengabaikan Faktor Keselamatan (Safety)

Crane adalah alat berat dengan risiko tinggi. Kesalahan fatal adalah tidak memperhatikan prosedur keselamatan, seperti:

  • tidak memakai rigger
  • tidak membuat lifting plan
  • tidak menggunakan APD lengkap
  • area kerja tidak dipasang pembatas
  • tidak ada pengawas lapangan

Keselamatan kerja bukan formalitas, tetapi perlindungan untuk pekerja, alat, dan proyek.

Baca juga: SOP Penggunaan Crane, Standar Industri untuk Keselamatan Kerja

.

10. Menjadwalkan Lifting Tanpa Buffer Waktu

Banyak proyek menjadwalkan lifting terlalu mepet. Padahal di lapangan bisa terjadi:

  • hujan deras
  • macet saat mobilisasi
  • beban terlambat datang
  • pekerjaan persiapan belum selesai

Jika tidak ada buffer, maka pekerjaan molor dan biaya bertambah.

Solusi: siapkan jadwal lifting dengan waktu cadangan, terutama untuk proyek besar.

Kesimpulan

Menyewa crane bukan hanya soal memilih kapasitas dan harga. Ada banyak faktor teknis yang menentukan apakah pekerjaan lifting berjalan aman, cepat, dan efisien. Kesalahan seperti salah memilih kapasitas, mengabaikan radius kerja, tidak melakukan site survey, hingga memilih vendor asal-asalan dapat membuat proyek rugi besar.

Jika Anda ingin menyewa crane dengan lebih aman dan profesional, pastikan menggunakan vendor yang berpengalaman dan siap memberikan solusi teknis sesuai kebutuhan proyek.

Untuk layanan sewa crane berbagai kapasitas lengkap dengan operator bersertifikat, Anda bisa langsung konsultasi bersama Mandiri Crane.

Bagikan
Scroll to Top