Dalam pekerjaan konstruksi dan industri, penggunaan crane bukan hanya soal memilih kapasitas angkat. Banyak kegagalan proyek justru terjadi karena tidak dilakukannya site survey sebelum pemesanan crane. Akibatnya, crane yang datang tidak sesuai kondisi lapangan, pekerjaan tertunda, biaya membengkak, bahkan berisiko menimbulkan kecelakaan kerja.
Site survey adalah proses peninjauan langsung ke lokasi proyek untuk memastikan crane yang dipilih benar-benar sesuai kebutuhan teknis dan kondisi lapangan. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengapa site survey sangat penting sebelum menyewa crane, apa saja yang dicek, serta dampaknya terhadap efisiensi dan keselamatan proyek.
Apa Itu Site Survey Crane?
Site survey crane adalah kegiatan pengecekan lokasi proyek sebelum crane dimobilisasi. Survey ini biasanya dilakukan oleh tim teknis atau vendor crane untuk mengumpulkan data lapangan seperti:
- kondisi akses menuju lokasi
- luas area kerja
- kondisi tanah
- jarak angkat (radius)
- tinggi pengangkatan
- berat beban yang diangkat
- potensi risiko di sekitar lokasi
Data tersebut menjadi dasar penentuan jenis crane, kapasitas crane, dan metode lifting yang paling aman dan efisien.
Mengapa Site Survey Sangat Penting?
Banyak orang menganggap site survey sebagai langkah tambahan yang bisa dilewati demi menghemat waktu. Padahal, justru sebaliknya site survey membantu menghemat waktu, biaya, dan risiko.
1. Menentukan Crane yang Tepat Sejak Awal
Tanpa survey, pemilihan crane sering hanya berdasarkan perkiraan berat beban. Padahal dalam praktiknya, radius kerja dan kondisi lapangan jauh lebih menentukan.
Contoh:
- Beban hanya 10 ton, tetapi radius 20 meter → crane 15 ton bisa tidak cukup
- Tinggi pemasangan 25 meter → boom crane harus dihitung dengan tepat
Dengan site survey, vendor dapat menentukan apakah dibutuhkan:
- crane 10 ton, 15 ton, 25 ton, atau lebih
- mobile crane, truck crane, atau crawler crane
Kesalahan memilih crane bisa menyebabkan crane harus diganti, yang artinya biaya mobilisasi ulang dan keterlambatan pekerjaan.
2. Mengetahui Kondisi Akses Mobilisasi Crane
Crane tidak hanya bekerja di lokasi, tetapi juga harus masuk ke lokasi proyek. Site survey memastikan:
- lebar jalan cukup untuk trailer crane
- tidak ada tikungan sempit
- tidak ada portal rendah
- jembatan mampu menahan beban crane
- lokasi parkir crane memungkinkan
Tanpa survey, crane bisa tertahan di jalan, tidak bisa masuk, atau harus bongkar muat di lokasi lain.
3. Mengecek Kondisi Tanah dan Stabilitas Lokasi
Crane bekerja dengan beban besar sehingga kondisi tanah sangat krusial. Site survey membantu menilai:
- apakah tanah padat atau lembek
- apakah perlu matting (kayu/plat besi)
- apakah area rawan ambles
- kemiringan tanah
Jika crane berdiri di tanah yang tidak stabil tanpa perhitungan, risiko crane miring atau terguling sangat tinggi.
4. Mengidentifikasi Risiko di Sekitar Area Kerja
Lokasi proyek sering memiliki banyak potensi bahaya, seperti:
- kabel listrik udara
- bangunan di sekitar area lifting
- pepohonan
- pipa atau instalasi bawah tanah
- aktivitas pekerja lain
Site survey memungkinkan tim crane menyusun metode kerja yang aman dan meminimalkan risiko kecelakaan.
5. Membantu Menyusun Metode Lifting yang Efisien
Dengan data survey, vendor crane dapat menyusun:
- posisi crane paling optimal
- urutan pengangkatan material
- sudut boom yang aman
- estimasi durasi lifting
Metode lifting yang tepat membuat pekerjaan lebih cepat dan mengurangi waktu sewa crane.
Apa Saja yang Dicek Saat Site Survey Crane?
Berikut poin-poin penting dalam site survey crane:
1. Data Beban
- berat aktual material
- dimensi beban
- titik angkat
2. Radius & Tinggi Angkat
- jarak crane ke titik pemasangan
- tinggi maksimum yang dibutuhkan
3. Kondisi Akses
- lebar jalan
- kemiringan jalan
- area putar crane
4. Area Setup Crane
- luas area outrigger
- kondisi tanah
- kebutuhan matting
5. Faktor Lingkungan
- kabel listrik
- bangunan sekitar
- aktivitas operasional lain
Risiko Jika Tidak Melakukan Site Survey
Mengabaikan site survey dapat menyebabkan berbagai masalah serius:
- crane tidak cukup kapasitas
- crane tidak bisa masuk lokasi
- keterlambatan proyek
- biaya sewa bertambah
- risiko kecelakaan kerja
- kerusakan material atau alat
Dalam banyak kasus, biaya akibat kesalahan ini jauh lebih besar dibandingkan biaya survey itu sendiri.
Site Survey Justru Menghemat Biaya
Meskipun terlihat sebagai langkah tambahan, site survey justru membantu:
- menghindari sewa crane yang salah
- menghindari mobilisasi ulang
- mempersingkat waktu kerja
- mencegah downtime proyek
- meningkatkan keselamatan
Vendor crane profesional selalu menyarankan site survey sebagai bagian dari layanan.
Kapan Site Survey Wajib Dilakukan?
Site survey wajib dilakukan jika:
- lokasi sempit
- beban berat
- radius jauh
- pemasangan di ketinggian
- kondisi tanah tidak rata
- proyek industri atau pabrik
- area pelabuhan atau gudang
Untuk proyek sederhana pun, survey tetap disarankan.
Kesimpulan
Site survey adalah langkah krusial sebelum pemesanan crane. Melalui survey, semua aspek teknis dan risiko lapangan dapat dianalisis dengan baik sehingga crane yang digunakan benar-benar sesuai kebutuhan proyek. Dengan site survey, pekerjaan menjadi lebih aman, cepat, dan efisien.
Jika Anda membutuhkan layanan sewa crane dengan site survey profesional, Anda dapat menghubungi Mandiri Crane. Tersedia crane berbagai kapasitas lengkap dengan survey lokasi, operator bersertifikat, dan tim berpengalaman.













































