Dalam proyek konstruksi, industri, maupun instalasi alat berat, penggunaan crane memiliki peran krusial. Namun, satu kesalahan umum yang sering terjadi adalah menyewa crane tanpa melakukan pengecekan kelayakan unit secara menyeluruh. Padahal, kondisi crane sangat menentukan keselamatan kerja, kelancaran proyek, serta efisiensi biaya.
Artikel ini akan membahas secara deskriptif dan praktis bagaimana cara mengecek kelayakan crane sebelum disewa, agar proyek Anda berjalan aman, tepat waktu, dan bebas risiko.
Mengapa Kelayakan Crane Sangat Penting?
Crane bekerja dengan beban besar, radius kerja luas, dan risiko tinggi. Jika unit crane tidak laik operasi, dampaknya bisa sangat serius, seperti:
- Kecelakaan kerja
- Kerusakan material atau mesin
- Downtime proyek
- Biaya tambahan akibat kerusakan
- Risiko hukum dan asuransi
Oleh karena itu, pengecekan kelayakan crane bukan formalitas, melainkan langkah wajib sebelum crane dioperasikan di lokasi proyek.
1. Periksa Legalitas dan Sertifikasi Crane
Langkah pertama adalah memastikan crane memiliki dokumen resmi dan sertifikasi yang valid, antara lain:
-
Surat Laik Operasi (SLO)
Menunjukkan bahwa crane telah lulus uji kelayakan teknis. -
Sertifikat K3 Alat Berat
Dikeluarkan oleh lembaga berwenang sesuai regulasi keselamatan kerja. -
Buku riwayat alat (logbook crane)
Berisi catatan servis, perawatan, dan inspeksi rutin.
Crane tanpa dokumen resmi sebaiknya tidak digunakan, meskipun harga sewanya terlihat murah.
2. Cek Kondisi Fisik dan Struktur Crane
Pemeriksaan visual sangat penting dan sebaiknya dilakukan sebelum unit tiba di lokasi proyek. Beberapa komponen utama yang wajib dicek meliputi:
- Boom crane (pastikan tidak ada retak atau deformasi)
- Wire rope (tidak aus, tidak berbulu, dan tidak berkarat)
- Hook dan safety latch
- Outrigger dan sistem penopang
- Struktur rangka utama
Crane yang layak harus terlihat kokoh, bersih, dan terawat, bukan sekadar bisa beroperasi.
3. Pastikan Sistem Hidrolik Berfungsi Optimal
Sistem hidrolik adalah “jantung” dari crane. Gangguan kecil saja dapat berdampak besar pada performa dan keselamatan.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Tidak ada kebocoran oli
- Tekanan hidrolik stabil
- Gerakan boom halus dan responsif
- Tidak ada suara abnormal saat dioperasikan
Jika sistem hidrolik bermasalah, sebaiknya crane tidak digunakan hingga dilakukan perbaikan.
4. Uji Fungsi Kontrol dan Sistem Keamanan
Crane modern dilengkapi berbagai sistem pengaman untuk meminimalkan risiko kecelakaan. Pastikan semua fitur ini berfungsi dengan baik, seperti:
- Load Moment Indicator (LMI)
- Alarm overload
- Emergency stop
- Sistem limit switch
- Panel indikator dan kontrol operator
Sistem keamanan yang aktif akan membantu operator mencegah pengangkatan melebihi kapasitas atau radius aman.
5. Pastikan Operator Memiliki Lisensi Resmi
Mengecek kelayakan crane sebelum sewa adalah langkah krusial yang tidak boleh diabaikan. Dengan memastikan legalitas, kondisi teknis, sistem keamanan, operator, dan vendor yang terpercaya, Anda dapat meminimalkan risiko dan memastikan proyek berjalan lancar.
Ingat, crane yang laik bukan hanya soal harga, tetapi soal keselamatan, efisiensi, dan keberhasilan proyek.
6. Sesuaikan Kapasitas Crane dengan Kebutuhan Proyek
Kelayakan crane juga berkaitan dengan kesesuaian kapasitas. Jangan hanya melihat tonase maksimum, tetapi perhatikan:
- Radius kerja
- Tinggi angkat
- Beban aktual yang diangkat
- Kondisi medan dan akses lokasi
Crane yang dipaksa bekerja di luar kapasitas desainnya berisiko tinggi mengalami kegagalan struktural.
7. Tanyakan Jadwal Maintenance Berkala
Vendor crane profesional selalu melakukan perawatan rutin dan inspeksi berkala. Jangan ragu untuk menanyakan:
- Jadwal servis terakhir
- Komponen yang baru diganti
- Riwayat perbaikan besar
Crane yang rutin dirawat cenderung lebih aman, stabil, dan minim gangguan selama proyek berlangsung.
8. Pilih Vendor Crane yang Terpercaya
Informasi lengkap mengenai layanan sewa crane profesional dapat Anda lihat disini
Kesimpulan
Mengecek kelayakan crane sebelum sewa adalah langkah krusial yang tidak boleh diabaikan. Dengan memastikan legalitas, kondisi teknis, sistem keamanan, operator, dan vendor yang terpercaya seperti di Mandiri Crane, Anda dapat meminimalkan risiko dan memastikan proyek berjalan lancar. Ingat, crane yang laik bukan hanya soal harga, tetapi soal keselamatan, efisiensi, dan keberhasilan proyek.













































